Sifat selalu belajar dan yakin seketika itu saling bertolak belakang. kenapa? soalnya kebanyakan orang yang selalu belajar malah tambah gak yakin akan ilmu yang telah didapatnya, kata orang “semakin kita banyak belajar justru semakin bingung”. Sedangkan kebanyakan orang yang yakin seketika adalah orang2 yang hanya tau sedikit, mungkin juga berbakat, ato mungkin juga punya PD yang tinggi.

Meskipun bertolak belakang, tapi alangkah lebih baik jika kita mensinergikan kedua sifat ini. soalnya gak ada alasan orang itu “tidak harus belajar” dan “tidak bisa yakin“. sekarang pertanyaannya adalah  bagaimana caranya??

berdasarkan pengalaman pribadi, caranya itu sangat simple, namun banyak orang yang lupa. caranya adalah… (eng ing eng…)

Lihatlah ke depan dan jangan lihat ke belakang, nikmatilah  waktu yang sedang dilalui saat ini.

Masa lalu adalah sejarah (history), masa depan itu “hanya Tuhan yang tahu” (mistery), dan sekarang adalah berkah/hadiah (present).

intinya adalah kepintaran kita dalam mensetting pola pikir kita di waktu yang sekarang kita lalui. Programlah diri kita secara instant, sama aja kayak komputer. Kalo merasa tidak bisa, sesegera mungkin pasang “mode bisa”. Kalo merasa bosan, sesegera mungkin pasang “Mode Antusias“. kalo merasa sakit, pasang “Mode sehat“.

Contoh kasus :

  • waktu saya naik motor, kok sering ngerasa salah tingkah/serba ragu ama kanan kiri dan belakang. nah pada saat itu,  kita harus melihat ke depan, jangan pikirin kanan-kiri -belakang. kenapa? karena biarkan lah “alam bawah sadar kita” yang bekerja. kalo pun ada bahaya dari kanan-kiri-belakang, pastinya “alam bawah sadar” akan merespon jauh lebih cepat dibandingkan “alam sadar”
  • Waktu maen bass, kok banyak ngerasa gak pede ama cara main kita sih? padahal udah bersusah payah untuk fokus niih… nah kalo ini berarti kita salah menempatkan “fokus” kita. kita seharusnya fokus untuk “menikmati” dan “berinteraksi” dengan penonton dan pemain lain, bukannya fokus terhadap diri sendiri. saya belajar musik dah lama, jadi apa alasannya saya harus “gak pede“?? yang udah kita pelajari sekian lama itu pastinya nempel di “alam bawah sadar”, jadi tinggal Percaya ama Diri Sendiri.

di atas saya nyebut2 masalah “alam bawah sadar“, yang saya bilang itu bukannya tanpa literatur yang jelas lhoo… saya baca buku judulnya “Quantum Ikhlas” karya Erbe Sentanu. dan beliau menyampaikan semua teori motivasi dengan dasar yang jelas dari hasil penelitian para ahli.

di buku “Quantum Ikhlas“, di sebutkan bahwa “pikiran sadar” itu hanyalah kinerja dari 12 % otak manusia, sedangkan “alam bawah sadar” itu adalah sisanya, yaitu 88 % kemampuan otak manusia.

jadi, kenapa harus tidak yakin dengan kinerja “Alam Bawah Sadar“??

I Hope this Useful… 😉

Iklan